Mengenai Weby

Nama lengkap saya Nugroho Wibisono. Orang tua dan kakak saya memanggil saya Weby atau Ebi (yang ini kurang lebih artinya adalah udang kering, lucu juga, tapi kok ga pantes buat manusia ya?hehe). Dilahirkan dibulan Maret tahun 1979 di Rumah Sakit TNI-AD, Gubeng Pojok, Surabaya. Saya punya dua kakak, seorang kakak perempuan, saya memanggilnya Mbla alias kependekan dari Mbak Lia dan seorang kakak laki-laki, saya memanggilnya Srip kependekan dari Mas Arief. Mungkin karena terbiasa semenjak kecil, sampai kami semua dewasa tetap memanggil saudara-saudara dengan nama kecil yang terdengar aneh. Mbla lebih tua 3 tahun dari saya dan sekarang tinggal di Jakarta, sedangkan Srip lebih tua setahun dari saya dan sekarang tinggal di Singapura.

Papa saya biasa dipanggil Pak Gun oleh masyarakat Bondowoso, lahir dan besar di Blitar, Jawa Timur. Saya mengetahui nama asli Papa saya dari plang praktek dokternya. Oh iya, dia seorang dokter… tulen! bisa ngobatin pasien dengan cukup berhalo-halo lewat telepon lho!. Dulu beliau pernah ikut wajib militer dan menjadi dokter tentara. Tugas terakhirnya di Irian Jaya tahun 1979 kemudian pulang dan mengundurkan diri dari militer untuk meniti karir sebagai dokter umum di Rumah Sakit milik pemerintah sampai pensiun.

Mama saya dilahirkan di Sidoarjo, Jawa Timur.  Lahir dikalangan industri pabrik gula Jawa Timur.  She’s really businesswoman! Sukanya dagang dan muter uang. Itu tandanya otaknya berputar terus. Sekarang kegiatannya lebih banyak sosial dan religius.

Last, but not the least adalah istri dan anak saya. Istri saya bernama Putie Andriani. Saya mulai menjalin hubungan dengan dara asal Jakarta keturunan Jawa ini sekitar tahun 2003-2004. Kebetulan gedung jurusan kami bertetangga dikampus di Bandung. Sempat berpacaran jarak jauh, Jakarta-Balikpapan karena lokasi tempat kerja kami. Kami menikah Agustus 2006 dan Alhamdulillah bulan Mei 2007 dikaruniai seorang anak laki-laki yang sehat dan lucu bernama Ayodya Aryandi. Sekarang kami bertiga tinggal dengan bahagia di Jakarta.

5 Tanggapan ke “Mengenai Weby”

  1. Putie Berkata:

    Eh sayang…
    kok slogannya “Karena aku menulis maka aku membaca?” bukan kebalik yah?

    weby: kalau orang bisa membaca, belum tentu orang tersebut menulis. coba aja kalo kita baca koran, kan kitanya ga menulis, tapi orang lain yg menulis. Tetapi kalau orang sudah menulis, menulis apapun, mau nulis formulir, nulis teka-teki silang, dlsb, tentunya dia akan baca, minimal baca tulisannya dia sendiri, bukan begitu bukan? :)

  2. ari3f Berkata:

    cogito ergo sum? :)

  3. iwan Berkata:

    weby??? pria garang tapi lembut hatinya, pembelajar sejati yang suka membaui hal-hal yg semestinya gak perlu (tebak…bau apa itu) :D . sukses web…..

  4. pipie Berkata:

    halo Mas, ini Pipie, TF 2004. hehe.. sebenernya nama Mas Weby buatku udah ga asing lagi, soalnya dulu mas pernah jdai trainer bukan? yang mengorganisir itu dulu pacarku [sekarang judulnya "mantan"] dan waktu mas nikah, ayahku juga diundang datang, alumni TF ‘74, kalo ga salah dulu satu kantor sama mas, CoPi bukan?

    btw, itu blogku bocah bgt kok mas.. hehehe..

  5. yocki Berkata:

    jangan2… ini adiknya Arief Yudhanto ya…?

Tinggalkan Balasan