Tupai Tupai

Kuala Lumpur, Maret 2007. Sore itu saya, papa saya dan mas Yogi bersiap-siap di apartemen Mas Yogi untuk makan malam bersama atas undangan seorang kawan. Mas Yogi ini adalah saudara jauh dari ibu saya, beliau bekerja di Petronas Malaysia. Saya dan papa saya berkunjung ke Kuala Lumpur serta menginap beberapa hari diapartemennya didaerah Setiawangsa yang tak jauh dari pusat kota Kuala Lumpur.

tupai

 Kawan yang mengajak makan malam ini namanya Pak Djohan, kebetulan beliau adalah kakak kelas saya yang sekaligus rekan kerja Mas Yogi di Petronas. Beliau termasuk orang Indonesia yang sudah cukup senior bekerja di Petronas. Kami berempat menumpang mobil Pak Djohan dari apartemen beliau yang cukup dekat dengan twin tower Petronas.

“Makannya dimana nih?”tanya mas Yogi ketika mobil sudah mulai keluar dari pelataran parkir gedung apartemen.

“Sudah pernah ke restoran Tupai Tupai belum?” pak Djohan bertanya balik sambil serius nyetir mobilnya.

Heh?!! Tupai? Ga salah denger nih?! Mau makan Tupai kita?!! Wadhuuuh.. Ngebayangin binatang tupai yang kecil, lucu, berbulu, tidak berdosa itu disembelih trus dicabuti bulunya untuk digoreng atau dibakar… wah wah wah… kayaknya keterlaluan deh. Tapii.. saya tidak dalam posisi menolak atau mengiyakan, jadinya ngikut saja sambil penasaran apa itu gerangan resto Tupai Tupai.

Pak Djohan bercerita panjang lebar bahwa semenjak tinggal di Jakarta sampai di Kuala Lumpur keluarganya punya kebiasaan untuk tidak makan dirumah setiap hari Sabtu dan Minggu, istrinya diminta untuk berlibur sejenak dari kegiatan masak-memasak pada hari-hari tsb. Jadilah mereka berwisata kuliner keliling-keliling cari makanan dan karena banyak berkeliling inilah mereka punya banyak informasi mengenai tempat-tempat makan.

“Pak Djohan, memang di resto Tupai Tupai menyajikan tupai untuk dimakan?” akhirnya saya ga kuat menahan rasa ingin tahu mengenai menu di resto tersebut.

“Hahahaha! Tentu saja tidak, itu hanya nama saja kok” pak Djohan tertawa lepas, “Nanti deh kita lihat menunya”.

Tempat parkir restoran Tupai Tupai cukup luas, model bangunan restorannya cukup terbuka seperti saung raksasa. Ada lambang kartun Tupai dengan tulisan “Tupai Tupai” didepan restorannya. Dibagian samping terdapat kolam ikan, sangkar burung merak dan tupai tentunya! Kami memilih meja untuk 4 orang didekat taman sambil mendengarkan gemericik air dikolam.

Hehehe, setelah menelisik buku menu dengan cermat dan seksama, ternyata restoran ini menyajikan macam-macam makanan laut seperti ikan tiga rasa (asam, manis, asin), kakap bakar/goreng, udang, cumi, dan makanan laut standar lainnya. Rasanya? Hmmmmm…. uenak tenan! Terutama kalau dibayarin! Hahaha, thanks Pak Djohan!

Trus, hubungannya dengan tupai itu bagaimana? Yang jelas direstoran tersebut tidak menyediakan tupai untuk dimakan. Restoran ini cukup bagus untuk direkomendasikan buat yang sempat mampir ke Kuala Lumpur. Buat yang penasaran dimana Restoran Tupai Tupai berada, ini dia alamat dan teleponnya:

Tupai Tupai Restaurant & Cafe 
Address
No. 551A & B, Jalan Bukit Petaling Off, Jalan Istana Negara
50460 Kuala Lumpur
Kuala Lumpur, Malaysia

Telephone
+603-2143 2525

Satu Balasan ke Tupai Tupai

  1. ayodya mengatakan:

    Papa..papa,

    Tupai itu yang di gambar di atas ya?
    aku suka tupai, lucu ya.
    Tupainya kayak si ibik, bonekanya mama yang sekarang juga jadi bonekaku.

    Nanti ajak aku makan di tupai-tupai ya, Papa..
    Kalo aku udah bisa makan nasi pastinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: