Vélib’ – Paris series

Buat yang mengunjungi Paris setelah pertengahan 2007 pasti pernah dengar-dengar, melihat atau bahkan nyobain Vélib’ alias vélo liberté. Dari asal katanya, vélo itu artinya sepeda sedangkan liberté artinya kebebasan, jadi arti harfiahnya adalah sepeda kebebasan.

sepeda

Pertama kali saya melihat Vélib ketika sedang berkeliling didaerah Porte Maillot. Ada mas-mas (tentunya orang Prancis) berkelebat mengendarai sepeda. Model dan warnanya khas, saya pikir ini tentu sepeda biasa saja. Beberapa menit kemudian ada mbak-mbak (ini juga mbak orang Prancis) pakai sepeda yang model dan warnanya sama. Tidak lama juga di perempatan jalan ada dua orang yang memakai sepeda yang model dan warna yang sama dengan dua orang sebelumnya. Saya tidak habis pikir, “ngapain beli sepeda yang pasaran banget sih!” Begitu pikir saya menemui banyak orang memakai sepeda yang model dan warna yang sama.

Baru nyadar setelah ngelihat tempat sepeda-sepeda yang sama diparkir berenteng dengan rapi dan terkunci pada penyandaranya, ternyata sepeda-sepeda itu adalah sepeda sewaan yang bisa dipakai oleh masyarakat umum. Lumayan mengurangi polusi, mengurangi kemacetan dan yang jelas membuat pengendaranya menjadi sehat. Ga ngebayangin deh kalau diterapkan di Jakarta, habis dicolongin kali ya sepedanya! Terutama sama orang Madura, dijual kiloan tuh hahaha..

Bulan November 2007, Vélib jadi rebutan banyak orang karena ada pemogokan berhari-hari secara besar-besaran Serikat Pekerja Transportasi Prancis sehingga transportasi dalam kota Paris benar-benar lumpuh dibuatnya. Banyak orang bersepeda ria, baik pakai sepeda pribadi maupun sepeda sewaan seperti Vélib.

Tertarik pakai sepeda di Jakarta? Mauuuuu…..

Vélib

3 Balasan ke Vélib’ – Paris series

  1. ari3f mengatakan:

    Bayar pake koin? Jam2an yo?

    Wah enak rek … lek nang Bws mari dicolong, sesoke wis dadhi becak palingo … hehe

  2. webywebyweby mengatakan:

    mbayare ga pake koin, tapi pake kartu atm gitu. kelihatannya kartunya ditempelkan di tiang, trus nanti kunci di salah satu penyandar akan membuka (satu sepeda satu penyandar). nanti kalau sudah selesai sepeda itu ditaruh lagi dipenyandar. naruh sepedanya ga mesti tempat yang sama, bisa nyewanya ditempat A, naruhnya ditempat Z. mestinya sih sistemnya bisa tahu siapa menyewa dimana pada hari apa dan jam berapa dan nanti dikembalikan hari apa dan jam berapa. sehingga kalo sepeda ga dikembalikan ke tempat parkir velib untuk jangka waktu tertentu, operator penyewaan sepeda ini bisa melaporkan orang nakal ini pada polisi.

  3. bowo mengatakan:

    lek nang Jakarta, gak ilang seh tapi yang ada sadel e bocel..rem e blong..pedal ilang satu…

    weby: hahahaha betul wo! siapa tahu dekat2 situ ada yg jualan sadel, rem, pedal, dll…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: