Koran Le Figaro – Paris series

Membaca koran itu menurut saya penting. Paling sedikit, seminggu sekali pasti saya membaca koran. Koran berbeda dengan majalah ataupun buku karena memberikan informasi terkini mengenai banyak hal, terutama mengenai keadaan disekitar kita. Informasi ini bisa berguna dan bisa tidak, tetapi paling tidak bisa saya gunakan tho?

Le Figaro

Sifat berita dikoran kadang menurut saya cukup menggelitik. Meski kita tahu bahwa ada berita yang sangat tidak menarik dari sisi topiknya (misalnya si anu rumahnya kerampokan dan barang berharga yang hilang yaitu TV dan perhiasan bla bla bla dst..) tetapi karena terjadi digang sebelah dari rumah kita yang jaraknya cuma 200 meter, tentu akan menjadi sangat sangat sangat menarik!

Karena saya dan istri ada di Paris, tentu saja berita-berita mengenai Paris dan Prancis menjadi penting. Terutama mengenai ramalan cuaca dan berita seputar pemogokan pekerja transportasi di Prancis yang ketika itu lagi heboh-hebohnya. Dihotel tempat saya menginap di Paris menyediakan beberapa terbitan koran untuk para tamu, yaitu Le Figaro yang berbahasa Prancis dan Herald Tribune International yang berbahasa Inggris.

Le Figaro adalah koran harian yang cukup besar dan berpengaruh di Prancis. Didirikan tahun 1826, harian ini dikenal konservatif dan pendukung partai politik berhaluan kanan, RPR (Rassemblement pour la République / Rally for the Republic)  partai yang didirikan Jacques Chirac. Kalau dibanding-bandingkan, mungkin Le Figaro ini mirip dengan Kompas ya.

Figaro.. Hmm.. seperti judul lagu ya. Yak, betul! Nama Figaro ini memang mengambil dari judul lagi Le Marrage de Figaro karya Pierre-Augustin Caron de Beaumarchais. Harian Le Figaro ini mempunyai motto: Sans la liberté de blâmer, il n’est point d’éloge flatteur. Artinya kurang lebih adalah tanpa adanya kebebasan untuk mengkritik, maka tak akan pernah ada pujian yang tulus.

Nah balik bakul ke masalah baca koran Prancis. Sekarang rasain lu! Kagak bisa mengikuti berita-berita seputar Prancis dan Paris! Hehehe, saya tidak kurang akal juga. Saya meniru belajar bahasa ala anak kecil. Pertama yang harus dilatih adalah pendengaran. Tiap pagi saya selalu setel TV disaluran kartun dengan suara keras. Kedua yang harus dilatih adalah pengucapan. Setiap pagi saya ucapkan nama benda-benda disekitar saya dengan suara keras, seperti kucing (chat), apa kabar (comment vas tu?), lurus sana (c’est par la), terima kasih (merci), satu carnet tiket (un carnet, s’il vous plait) dlsb yang ecek-ecek hehehe.

Hasilnya? Masih susah juga ternyata baca koran berbahasa Prancis! hehe. Masih ada akal lain supaya bisa baca koran berbahasa Prancis. Ini dia triknya, pertama baca dulu koran Herald Tribune International yang pakai bahasa Inggris. Setelah udah banyak baca-baca, baru baca Le Figaro dengan isu-isu yang sama di koran Herald Tribune.  Naah, kalo begini saya baru bisa menangkap isi berita di Le Figaro, meski tidak utuh. Hehehe, licik ya? Tetapi paling tidak saya berhasil menambah perbendaharaan kata Prancis kan?

Berita yang ingin saya ikuti ketika itu adalah berita mengenai dua remaja yang mencuri sepeda motor mini dan ditabrak sampai mati oleh mobil polisi Prancis, kejadiannya di Villiers-le-Bel yang jaraknya sekitar 15 km diluar kota Paris. Masyarakat didaerah itu – yang mayoritas adalah imigran dengan latar belakang pendidikan rendah – menganggap bahwa polisi membiarkan dua remaja tersebut meninggal tanpa memberikan pertolongan, sedangkan polisi tidak menganggapnya demikian. Masalah tersebut terus berkembang menjadi panas karena sebenarnya ada problem rasial didaerah pinggiran Paris. Masyarakat imigran merasa Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, sudah tidak memberikan perhatian yang cukup kepada masyarakat imigran dengan latar belakang pendidikan mereka yang rendah sehingga tidak bisa berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak. Kejadian tersebut akhirnya menjadi kerusuhan terbrutal setelah kerusuhan rasial tahun 2004. Kerusuhan tahun ini melibatkan ratusan orang yang mengakibatkan pembakaran sejumlah bangunan, perusakan sekolah, penyerangan terhadap polisi menggunakan senjata api dll.  Nah, apakah Herald Tribune dkk akan memberitakan? Oh pasti akan memberitakan kejadian ini! Banyak dan detil kah beritanya di Herald Tribune? Tentunya akan lebih banyak dan lebih lengkap di Le Figaro dong, berikut gosip-gosip tidak penting lainnya yang menjadi bumbu penyedap berita utama. 

Tertarik belajar bahasa Prancis dengan membaca koran Le Figaro? Don’t call me then… hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: