Renovasi Oh Renovasi…

Entri blog ini diilhami oleh entri blog istri saya. Bukan dalam rangka bersaing, tetapi untuk saling melengkapi, bukan begitu istriku? (Kalo sudah begini, kata Bowo, kami mirip dengan serial TV Legenda Ular Putih hahaha!) Btw, lumayan lama saya ga nge-blog, salah satunya karena lagi tersedot dengan kegiatan renovasi rumah yang ingin saya ceritakan dibawah. 

Alhamdulillah, akhirnya saya dan istri dipercaya oleh Allah SWT untuk membeli rumah tinggal di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kami berdua percaya bahwa rumah ini adalah titipan dari-Nya untuk anak kami, Ayodya dan calon adiknya, yang disampaikan melalui kami. Mudah-mudahan kami mampu menjaga amanah dari-Nya, amiiin…

Rumah yang kami beli tersebut adalah rumah tinggal yang sudah dihuni oleh pemiliknya selama sekitar 20 tahun semenjak dibangun. Tentu saja desain dan peruntukan ruangannya mengikuti selera dan kebutuhan dari pemilik lama yang notabene berbeda selera dan kebutuhan dengan kami sebagai pemilik baru. Dengan demikian hanya satu kata yang pantas untuk rumah ini: RENOVASI!!! Hehehe, kayak demo jaman reformasi aja.

renovasi rumah

 

Renovasi itu bisa menyangkut: 1) renovasi yang berkaitan dengan struktur bangunan, 2) renovasi yang berkaitan dengan interior bangunan dan 3) renovasi total. Yang terakhir ini saya menyebutnya “renovasi habis-habisan” karena menghancurkan seluruh bangunan lama untuk dibangun bangunan baru. Dua profesi yang sangat erat dengan kegiatan renovasi ini adalah Arsitek dan Desainer Interior.

Ehm.. kebetulan dulu waktu saya masih SMP punya cita-cita jadi desainer interior, sedangkan istri bercita-cita jadi arsitek. Suatu kombinasi yang cocok bukan untuk renovasi rumah? Tapi apa boleh buat, cita-cita tersebut kandas ditelan waktu, kami berdua sama-sama tidak memilih jurusan impian dengan banyak alasan. Tak disangka dan tak dinyana tiba-tiba kami dihadapkan pada cita-cita lama hehehe.

Contoh renovasi yang berkaitan dengan struktur bangunan adalah menambah bangunan baru, menambah lantai pada bangunan lama, intinya adalah modifikasi bangunan yang melibatkan perubahan struktur kekuatan bangunan. Biasanya renovasi yang berkaitan dengan perubahan struktur akan memakan biaya dan waktu yang lumayan. Perlu pertimbangan masak-masak dan sangat dianjurkan memakai tenaga ahli seperti arsitek, ahli struktur bangunan atau tukang bangunan berpengalaman tinggi untuk menghitung kekuatan bangunan yang baru.

Contoh renovasi yang berkaitan dengan interior adalah perubahan keramik lantai, perubahan cat dinding, penjebolan dinding yang tidak mempengaruhi kekukatan struktur bangunan utama, dll. Renovasi interior bisa berdurasi panjang, bisa berdurasi pendek, bisa murah, bisa juga sangat mahal, tergantung lingkup renovasinya. Untuk renovasi yang lingkupnya luas, disarankan menggunakan tenaga ahli seperti arsitek atau desainer interior. Sedangkan renovasi kecil-kecilan, bisa saja dilakukan tukang dengan pengawasan kita sendiri.

Contoh renovasi total adalah penghancuran bangunan lama sampai sepondasi-pondasinya untuk dibangun bangunan baru. Renovasi ini sangat mahal dan memakan waktu lama. Mahal dan lamanya karena kegiatan penghancuran itu sendiri memakan biaya dan waktu, sedangkan kegiatan pembangunan belum bisa dimulai.

Awalnya

Kebetulan sekali bapak mertua saya mempunyai hobi tukang-menukang dan cukup tahu mengenai masalah renovasi, saya banyak mendapat ilmu praktis dari beliau. Selain itu istri saya mempunyai tante yang berprofesi arsitek dan paman yang berprofesi desainer interior. KLOP! Saya dan istri banyak berdiskusi dengan bapak mertua saya, tante dan paman.

Hal pertama yang kami berdua lakukan adalah banyak mencari referensi. Percuma juga jika kami berkonsultasi dengan arsitek/desainer interior yang kelas kaliber sekalipun apabila kami tidak tahu apa yang kami mau. Tentunya dengan mengetahui apa yang orang lain punya, diharapkan akan timbul inspirasi dan keinginan-keinginan seperti apa rumah tinggal kami kelak. Kami banyak membaca tabloid Home, iDEA, buku seri inspirasi rumah, buku taman, dan lain-lain sampe rasanya eneg baca buku-buku gituan.

Menurut kami cara ini mujarab lho! Kegiatan ini ibarat brainstorming session. Kami dihujani oleh berbagai macam bentuk, inspirasi, warna, feng-shui dan tetek bengek rumah. Sehingga kami bisa membayang-bayangkan apa yang mesti kami renovasi.

Melihat kondisi rumah yang masih sangat bagus dan kondisi keuangan kami yang terbatas, kami berdua memutuskan untuk melakukan renovasi interior saja.

Prinsip Dasar Pengaturan Sirkulasi di Dalam Rumah

Menurut sumber referensi dan juga paman istri saya, rumah yang baik dan sehat adalah rumah yang memenuhi tiga prinsip dasar pengaturan sirkulasi yaitu: 1) pengaturan sirkulasi cahaya, 2) pengaturan sirkulasi udara, dan 3) pengaturan sirkulasi manusia.

Beruntunglah kita yang tinggal di Indonesia karena begitu melimpahnya cahaya matahari dan hampir sepanjang tahun selalu bisa kita harapkan keberadaannya. Sirkulasi cahaya perlu diatur supaya rumah mendapatkan penerangan yang cukup sehingga berbagai macam kegiatan bisa dilakukan didalam rumah, selain itu supaya rumah tidak terkesan suram atau gelap. Efek samping yang menguntungkan adalah dengan cukupnya cahaya matahari didalam rumah sebagai penerangan kita bisa menghemat energi listrik.

Sirkulasi udara yang bagus adalah sirkulasi udara yang mengalir. Cara sederhana supaya udara mengalir di dalam sebuah ruangan adalah memastikan adanya lubang udara masukan dan lubang udara keluaran, biasanya diaplikasikan dalam bentuk jalusi pintu dan jendela. Terlihat sederhana bukan? Tetapi ternyata banyak juga yang mengabaikan cara sederhana ini. Saya perhatikan, udara akan sulit mengalir dengan bebas jika saluran udara keluaran/masukan masih harus melalui sebuah ruangan lagi, sebuah ruangan lagi dan sebuah ruangan lagi. Aliran udara bahkan bisa terhenti. Akan lebih bagus jika saluran udara keluaran/masukan menghadap keluar bangunan rumah secara langsung supaya udara dari luar mengalir secara langsung.

Rumah yang tata letak ruangannya bagus berarti mampu mengatur sirkulasi manusianya dengan bagus. Artinya kita tidak perlu bersusah payah melewati lorong dan kamar tidur hanya untuk masuk kamar mandi. Selain itu, cukup umum di Indonesia sebuah rumah mempunyai 1 atau 2 orang pembantu rumah tangga (PRT). Sirkulasi manusia disini dimaksudkan untuk melindungi privasi pemilik rumah dan mengatur aktivitas gerak PRT sedemikian rupa tidak bercampur dengan pemilik rumah.

Konsistensi Dalam Renovasi

Sudah merupakan hal biasa manusia menginginkan hal yang lebih bagus setiap saat. Hal ini menjadi berbahaya ketika fase pengerjaan  renovasi dilakukan. Godaan untuk mengubah ini dan itu, menambah yang ini dan itu, merombak ini dan itu… BUM!!! Tahu-tahu biaya membengkak dan waktu pengerjaan jadi lebih panjang. Pengalaman dari banyak orang yang melakukan renovasi: renovasinya jadi merembet!

Konsistensi dalam pengerjaan renovasi sangat diperlukan. Jika ingin mengerjakan perombakan dapur supaya terdapat meja pencuci, meja dapur dan meja kompor, lakukan itu saja. Tidak usah tergoda untuk menambah exhaust fan dengan cerobong supaya aliran asap dapur mengalir keluar dengan mulus ataupun bikin lemari kabinet gantung untuk dapur dari bahan kayu jati. Oleh sebab itu sasaran renovasi harus jelas pada awal pelaksanaan renovasi dan tetap konsisten dengan sasaran renovasi tersebut.

Sasaran Renovasi dan Pelaksanaannya

Sasaran renovasi kami adalah membuat suasana rumah menjadi baru serta perubahan sirkulasi cahaya dan sirkulasi udara didalam ruangan rumah kami. Sasaran ini tentunya mempunya banyak teknik pelaksanaan yang bisa digunakan, tergantung anggarannya.

Kami memilih yang bisa langsung terlihat, sasaran pertama adalah lantai. Lantai harus bernuansa cerah dan memberikan suasan segar serta baru. Berarti kami harus menyiapkan keramik untuk lantai rumah yang cocok dengan gaya rumah tersebut dan selera kami terhadap warnanya. Agar benar-benar segar, seluruh lantai rumah kami ganti.

Dalam rangka lebih hemat, lantai rumah bagian dalam menggunakan lantai keramik yang kualitas produknya bagus, sedangkan lantai rumah bagian luar menggunakan keramik yang kualitas produknya biasa saja. Kualitas produk ini biasanya ditandai dengan sebutan KW1 (paling bagus), KW2 (sedang) dan KW3 (biasa saja). KW ini tidak menunjukkan perbedaan kualitas kekuatan, tetapi lebih pada kualitas pencetakan ukuran dan kualitas permukaan keramik. Contoh: dengan ukuran 30 x 30 cm untuk keramik KW1, maka akan terdapat 1 atau tidak ada keramik dari 11 keramik dalam satu dus (1 dus = 1 m2) yang mempunyai perbedaan ukuran yang menyolok. Perbedaannya mungkin hanya 1 milimeter saja. Sedangkan pada KW3, bisa saja terdapat 3-4 keramik yang mempunyai perbedaan menyolok bahkan sampai 3 milimeter. Sedangkan KW2 tidak terlalu jauh berbeda dengan KW1, paling-paling hanya permukaannya ada bentol kecil sebesar ujung jarum. 3 milimeter pengaruh ya? Kelihatan sekali waktu dipasang, apalagi kalau tukangnya agak ngasal masangnya. Keramik akan terlihat renggang dan kurang elok dipandang.

Satu hal yang perlu diwaspadai dari lantai jenis keramik (bukan jenis granit) mengenai warnanya. Dalam proses pembuatan keramik di pabrik, keramik dibakar dan diwarnai untuk kemudian dikeringkan serta siap dipasarkan. Proses pembakaran dan pengeringan keramik ini yang akan menentukan corak warna keramik sebenarnya. Warna ini bisa berubah bergantung pada cuaca ketika keramik itu dibuat dan juga tahun pembuatannya. Misalnya, kita membeli keramik merek X , kode warna YZ, dengan kualitas KW1. Jika kita membeli keramik yang sama (merek X, kode warna YZ, kualitas KW1) dalam dua atau tiga tahun mendatang, niscaya corak warnanya tidak akan mungkin sama jika dijejerkan.

Sasaran kedua adalah jendela dan lubang cahaya. Kami melihat begitu banyak jendela besar di rumah tersebut, tetapi tidak memberikan pencahayaan yang optimal pada ruangan diseluruh rumah, bahkan ada ruangan yang terlihat gelap gulita meski di luar ruangan cahaya matahari sedang menyengat. Semangat merenovasi disini adalah sebisa mungkin menggunakan bahan-bahan kayu yang ada di rumah tersebut dan sebisa mungkin tidak terlalu jauh meninggalkan gaya yang dipakai rumah itu. Selain lebih hemat, jika menggunakan gaya yang terlalu jauh berbeda dengan gaya rumah lama secara estetis akan tidak harmonis.

Tipe bentuk jendela dan luasan jendela menjadi penentu pengatur banyaknya cahaya yang menyinari ruangan. Sebisa mungkin kami membuka banyak jendela diruangan tertentu yang dirasa tidak optimal mendapatkan cahaya dan udaranya. Malah kami membongkar bagian rumah yang menghalangi cahaya dan udara masuk ke dalam rumah, seperti atap fiberglass yang sudah usang serta menutupi bagian belakang rumah.

Hal yang cukup mengganggu adalah terdapat bagian ruangan yang kurang cahaya meskipun sudah terdapat jendela yang cukup besar. Ini bisa disebabkan karena memang keberadaan jendela sudah tidak efektif memberikan pencahayaan. Apa akal? Skylight atau lubang cahaya pada plafon adalah salah satu solusi yang efektif dalam memberikan pencahayaan tambahan. Lubang cahaya ini dibuat dengan teknik mengganti beberapa keping atap genteng biasa dengan atap genteng dari material kaca transparan, kemudian dibagian dalamnya kita pasang kaca es supaya cahaya yang masuk ke dalam ruangan tidak terlalu tajam dan terdistribusi secara merata ke dalam ruangan.

Perlu diingat, penambahan lubang cahaya ini pada suatu rumah jangan berlebihan karena efeknya di dalam rumah bisa panas. Jadi dibuat seperlunya dan memberikan efek pencahayaan yang cukup. Pengalaman kami, lubang cahaya ini memberikan efek pencahayaan seperti halnya kami menggunakan lampu neon 20 watt ketika siang hari. Luar biasa bukan?

Sasaran ketiga adalah penghambat aliran udara. Kami menemukan bahwa ada beberapa bagian bangunan di rumah lama tidak memberikan aliran udara yang cukup bebas. Kami menambah jendela pada sebuah ruangan yang dirasa pergerakan udaranya kurang dengan menggunakan prinsip: jika ada lubang masukan, maka harus ada lubang keluaran.

Sebagai contoh, setelah udara masuk melalui jalusi kamar tamu dan ruang tengah, seharusnya udara mengalir bebas ke luar bangunan rumah. Kenyataannya? Di bagian luar bangunan rumah malah dibangun atap yang menutup sirkulasi udara dari luar. Kami bongkar habis struktur atap luar ini, tentunya kami yakin bahwa bangunan atap luar ini hanya tambahan dan bukan bangunan utama. Benar-benar hebat, udara mengalir dengan derasnya setelah atap yang menutup itu tiada.

Masalah lainnya, di ruang kamar utama terdapat sepasang jendela yang menghadap ke belakang dan pintu samping yang terdapat jalusi, dimana posisi pintu ini terhubung ke bagian ruang tengah. Oke, kelihatannya udara bisa mengalir dari jendela kemudian melalui jalusi pintu ke ruang tengah. Tetapi ini hanya mencakup sebagian luasan ruangan. Solusinya kami membuat satu jendela berukuran sedang yang menghadap ke depan rumah sehingga diharapkan udara mengalir ke seluruh ruangan. Hasilnya? Luar biasa, udara mengalir dengan lega dan efeknya seperti memasang AC. Efek yang tidak diharapkan adalah kehadiran debu.

Sasaran keempat adalah tempat jemuran. Meskipun tidak terlalu berkaitan dengan sirkulasi udara dan cahaya, tetapi melihat kondisi daerah Pasar Minggu yang sering turun hujan dengan tiba-tiba dan hujannya cukup deras, maka konsep tempat jemuran terbuka tanpa atap menjadi tidak praktis karena jemuran harus dipindahkan setiap kali ada hujan padahal durasi hujannya juga ga lama-lama amat, sekitar 15-20 menit saja, bahkan pernah cuma 5 menit saja. Menjengkelkan bukan?

Oleh paman istri saya didesainkan suatu bentuk tempat jemuran yang tertutup, tetapi cahaya matahari sangat bebas masuk dengan menggunakan bahan polycarbonate transparan sedangkan udara juga sangat lega hilir mudik dengan cara mengatur bukaan overlapping atap. Bahan polycarbonate ini selain lebih bening daripada fiberglass, ketahanannya juga lebih tinggi (sekitar 3 tahun lebih) daripada fiberglass (sekitar 6 bulan saja). Jangan heran, dengan keunggulan polycarbonate yang seperti itu, harganya juga “lebih unggul” lho! hahaha. Tempat jemuran ini sekarang tahap pengerjaannya sudah 90% jadi, tinggal finishing saja. Tempat jemuran ini terbukti ampuh! Pernah terjadi hujan disertai angin yang cukup keras seperti badai, hanya tampias kecil saja yang masuk ke dalam tempat jemuran, seperti air berbentuk mist.

Sasaran kelima adalah dapur. Dapur yang ditinggalkan pemilik lama adalah dapur yang kurang representatif. Tempat cuci terletak pada ruangan yang berbeda dengan dapur utama, meja dapur dan meja kompor permanen tidak ada sehingga menyulitkan pekerjaan masak-memasak. Dugaan kami, pemilik lama menggunakan meja tersendiri untuk menyangga kompor dan menggunakan meja lain untuk memotong bumbu, meja lain untuk menaruh bahan makanan yang siap untuk digoreng, dlsb.

Nah, kami tidak mempunya meja sebanyak itu, lagipula lebih praktis dan murah jika meja dapur, meja kompor dan tempat cucian kami buat dari beton yang dilapisi keramik, kemudian dinding mejanya juga kita lapisi keramik supaya jika kotor mudah membersihkannya. Ketinggian meja, lebar meja, kerapihan peralatan dan tata letak peruntukan meja kami buat supaya ergonomis dengan kegiatan masak-memasak dan cuci mencuci. Jangan dibayangkan dapur kami seperti di majalah-majalah rumah lho, yang jelas dari sisi fungsional lebih bagus dari yang lama.

Sasaran keenam adalah dinding. Jika lantainya sudah diganti, tentunya warna dinding harus mengikuti karena lantai dan dinding adalah salah satu kesatuan. Pemilihan warna cat dinding sulit-sulit gampang, lebih banyak sulitnya daripada gampangnya. Cat dinding harus dicoba supaya tahu hasilnya pada warna dinding jika dikombinasikan dengan warna keramik lantai. Seringnya akan tertipu dengan warna cat yang ditunjukkan oleh brosur atau katalog cat karena efek fotografi, oleh sebab itu memang harus dicoba-coba langsung disapukan ke dinding rumah. 

Semenjak renovasi dimulai hingga kini sudah 4 bulan dan baru mulai terlihat tanda-tanda akan selesai. Fiuuuh!! Banyak juga ya renovasinya? Wah kapan ngawasin tukang nih kalau saya nge-blog terus. Oke deh, saya harus ngawasi tukang dulu nih hehehe…

5 Balasan ke Renovasi Oh Renovasi…

  1. […] Renovasi Rumah Tulisan ini dibuat untuk melengkapi hal-hal apa saja yang ditulis oleh suami saya berkenaan dengan renovasi rumah. Untuk lebih jelasnya, silahkan klik tulisan suami saya di sini. […]

  2. bowo mengatakan:

    gantian, tar kalo suatu saat aku punya APARTEMEN (gaya :P), trus mo renovasi, minta tulung yo :))

    weby: siap!!! kalo perlu milih2 apartemennya aku bantuin wo, soale posisi dan lokasi ruang apartemen itu juga mempengaruhi renovasinya. semakin bagus posisi dan lokasinya, semakin ringan renovasinya.

  3. lita mengatakan:

    nice info…
    saya jg lg mo renov rumah nie..

    petik2 tips dr sini boleh kan..hehe..

    btw,mampir2 jg ke blog saya..;D

  4. ipul mengatakan:

    kebetulan mampir ke blog ini…..moga hasil dari renovasinya memuaskan ya…..skrg saya sdg mencoba pengerjaan cat tembok….dan benar sekali….ternyata warna cat di katalog tidak sama dgn hasilnya….sedangkan untuk membeli sample cat terlebih dahulu tidak mungkin/ tidak dijual. nasiiibb

  5. yara mengatakan:

    thanks Pak , Artikelnya bermanfaat sekali ,
    kebetulan lagi search di mbah google ttg renovasi”,
    muncul blog ini ,,, tengkyuuuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: