Dapat Beasiswa

28 April 2008

Dulu ketika saya sekolah SD, SMP dan SMA tidak pernah sekalipun saya mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari pihak lain selain dari orang tua. Pun beranjak kuliah saya diwanti-wanti oleh orang tua saya untuk tidak mengambil beasiswa dari pihak mana pun. Karena orang tua saya berjanji untuk membiayai sekolah saya sampai lulus S1, tentu saja saya menuruti permintaan mudah ini. Lagipula, saya juga tahu diri kok. Dengan prestasi akademik saya yang sangat biasa-biasa, sepertinya penyedia beasiswa juga segan melirik ke saya. Jangankan melirik, berpikir untuk melirik saja mungkin tidak pernah hahaha!

Pada awalnya saya tidak mengerti maksud atau tujuan orang tua saya tidak membolehkan saya menerima beasiswa. Ketika sudah lulus kuliah dan kemudian bekerja di Jakarta selama beberapa tahun serta merenung cukup lama, saya baru ‘ngeh’. Rupanya orang tua saya mempunyai prinsip: “selama masih mampu membiayai sendiri, orang tua akan terus membiayai anak sampai lulus sarjana”. Rupanya orang tua saya tidak menginginkan saya mendapatkan beasiswa sementara ada orang lain yang benar-benar membutuhkan bantuan pendidikan malah tidak dapat beasiswa, padahal tanpa beasiswa pun saya masih bisa sekolah. Ini namanya merenggut kesempatan orang lain untuk maju.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Pak Tino Sidin dan Anak-Anak Indonesia

15 April 2008

Waktu saya kecil, siaran televisi yang ada hanya dari TVRI. Acara televisi tentu saja hanya sedikit dan tidak semuanya untuk konsumsi anak kecil. Salah satu acara favorit saya adalah acara “Gemar Menggambar” oleh pak Tino Sidin dengan topi baret hitam yang ada kuncung kecilnya.

Yang paling saya ingat dari acara Pak Tino Sidin adalah ketika siarannya akan berakhir, yaitu penilaian karya gambar anak Indonesia. Jadi anak-anak dari seantero Indonesia dipersilahkan untuk mengirimkan karya-karya gambarnya ke Pak Tino Sidin untuk diperlihatkan di TVRI dan dinilai langsung oleh beliau. Pertama-tama beliau memperlihatkan gambar kirimannya, kemudian informasi dari siapa gambar ini dikirim, menggambarkan apa gambarnya dan “nilainya” langsung diberikan oleh Pak Tino Sidin saat itu juga. Nilai ini lah yang menjadi ciri khas Pak Tino Sidin, yaitu kata “BAGUS”.

Baca entri selengkapnya »


Psikologi Lift dan Psikologi Batuk

12 April 2008

Tulisan ini dulu pernah beredar di milis, tetapi dicari-cari ga ketemu juga. Ya wis, saya tulis versi saya sendiri.

Psikologi Lift

Sudah sangat umum bahwa gedung-gedung perkantoran di Jakarta dan kota-kota besar lainnya memiliki lift. Lift yang umum kita temui biasanya mampu menampung 10-15 orang sekaligus. Dari sekian banyak orang yang tertampung di dalam lift, kadang-kadang kita mengenal sebagian besar orang yang ada di dalam lift, bisa juga malah tidak kenal sama sekali.

 

Meskipun demikian, ada suatu tingkah laku dari orang-orang yang menunjukkan bahwa “komposisi manusia” didalam lift itu serupa di gedung manapun terlepas dari semua orang saling kenal atau tidak mengenal sama sekali. Maksud “komposisi manusia” itu adalah posisi orang-orang berdiri didalam lift dan komposisi ini akan bergantung dengan jumlah penumpang lift yang berbeda. Boleh percaya atau tidak, seolah-olah komposisi manusia itu mengikuti suatu aturan baku.

Baca entri selengkapnya »