Bike To Work!!!

Yah, begitu lah! Bike To Work (BTW) atau pergi bekerja dengan bersepeda. Terinspirasi oleh semakin maraknya komunitas orang-orang yang berangkat kerja ke kantor menggunakan sepeda di Jakarta (Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia ), saya membulatkan tekad untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ke kantor. Di negara-negara Eropa, dan juga Prancis, penggunaan sepeda sebagai alternatif transportasi sudah jauh lebih maju. Mereka mempunyai jalur sepeda sendiri, penyewaan sepeda berbayar dengan kartu, etiket bersepeda dan lain-lainnya. Saya perhatikan di kota Paris, tua/muda, lelaki/wanita, mereka tidak mempedulikan tipe atau jenis sepedanya. Yang penting fungsionalitas alat mereka, jadi lah dipake.. Sesuai dengan kepribadian saya banget! hehehe…

Dari suatu miling list, saya mengetahui ada rumus sederhana dalam penggunaan alat transportasi secara efisien:

1. Jika jarak tempuh kurang dari 1 km, berjalan kaki

2. Jika jarak tempuh kurang dari 5 km, naik sepeda

3. Jika jarak tempuh lebih dari 5 km, naik kendaraan bermotor

Rumus diatas tentunya tidak kaku, hanya sebagai referensi awal, pernah saya temui juga seorang BTW-ers sehari melalap jarak 60 km. Edan! Itu cerita lain, mungkin kebanyakan energi tuh orang.

Nah, kebetulan sekali, rumah kami berjarak sekitar 3 km ke kantor saya. Sudah memenuhi syarat kedua dong! Selain itu ada alasan lain lagi: olahraga! Bukannya sok sibuk atau apa, malas sekali mengalokasikan waktu untuk sekedar berolahraga barang 15-30 menit. Kalau pekerjaan kantor sudah selesai, ya sudah pulang saja ke rumah, istirahat, leyeh-leyeh sambil nonton TV. Belum lagi akhir-akhir ini kecenderungan harga BBM meningkat (meskipun sekarang harga minyak mentah dunia sudah anjlok drastis dari USD 140/barrel ke USD 70/barrel sehingga ada wacana untuk menurunkan harga BBM di Indonesia), tentunya dengan mengendarai kendaraan non-BBM akan semakin menekan pengeluaran. Belum lagi kita menjadi kontributor penekan pencemaran udara dunia hehehe… komplit deh alasan-alasannya.

Tentunya supaya bisa bike to work harus punya SEPEDA dong. Ya iya lah, namanya juga bike to work. Supaya tidak menguras saku, saya mencari sepeda yang harganya tidak terlalu mahal tetapi kualitasnya cukup bagus. Spesifikasi sepedanya harus punya berbagai modus kecepatan karena jalanan menuju kantor agak naik dan turun, selain itu harus mempunyai keranjang supaya mudah menaruh tas atau barang-barang lainnya.

Paling gampang ya cari di internet. Browsing2 cukup lama dan akhirnya menemukan merek yang cukup terkenal (kebetulan bapak saya pakai merek sepeda ini juga), yaitu merek Polygon. Ini ga bermaksud promosi loh dan Polygon tidak pernah memberi saya sepeserpun untuk berkoar-koar di blog saya hehehe. Dengar-dengar sih merek ini cukup tahan banting dan harganya tidak terlalu mahal. Pengennya sih semua barang begitu lah. Tapi paling tidak harga biasanya mencerminkan kualitas.

Bagaimana dengan tipe sepedanya? Memang banyak macam-macam jenis sepeda yang dijual oleh Polygon seperti  mountain bike, road bike, model BMX dan city bike. Sengaja pilihan akhir saya jatukan pada tipe city bike dengan beberapa alasan.

Alasan pertama, harganya sesuai dengan rancangan anggaran alias tidak terlalu mahal. Memang mahal itu relatif, tetapi bagi saya yang bukan penggemar sepeda menghabiskan lebih dari 2 juta rupiah cukup mahal. Alasan kedua, setelah saya teliti di website Polygon, spesifikasi teknisnya ternyata sudah oke banget. Bisa divariasikan dalam beberapa modus kecepatan (ada 6 kecepatan), ada keranjangnya sehingga bisa naruh tas atau barang-barang lainnya, daaan… ada juga boncengannya. Boncengan? Ya, dengan bersepeda membonceng istri bisa membangkitkan keromantisan antara kami berdua hehehe.

Oke, duit sudah siap, tipe sepedanya sudah sreg, trus lokasi tokonya dimana? Website Polygon cukup informatif, disana sudah terdapat beberapa alamat toko sepeda di kota Jakarta. Pilih punya pilih, saya pilih di Happy MTB yang di area pertokoan D’Best yang paling dekat dengan rumah saya.

Whusss!! Berangkat lah saya dengan mobil untuk beli sepeda. Sampai disana, saya pilih-pilih sepedanya dan mendapatkan city bike yang model Sierra. Harganya sesuai, ukurannya pas dengan badan dan warnanya juga tidak mengecewakan (kebetulan saya dapat warna biru!). Setelah sedikit disetel-setel oleh penjaga tokonya, saya coba kendarai sepedanya barang 100-200 meter. Weiittsss! Keren dan nyaman bok. Saya gonti-ganti kecepatannya juga enak dan mulusss. Makin cinta deh sama sepeda ini. Ini dia bentuk makhluknya.

Jangan lupa, safety first! Kenakan helm pengaman selama mengendarai sepeda. Resiko jatuh sih ada, tapi bersiaplah untuk itu. Oleh sebab itu saya beli juga helm yang warnanya senada dengan sepedanya. Barang lain yang tidak kalah pentingnya adalah rantai sepeda. Di Jakarta masih rawan pencurian, oleh sebab itu rantai sepeda penting. Cepat-cepat semuanya saya bayar, angkut ke mobil dan langsung ngacir ke rumah.

Hari Pertama Bersepeda

Nah ini dia ujian hari pertama bersepeda. Sebelumnya saya sudah survey rutenya dengan cara bersepeda dari rumah ke kantor pada hari Minggu. Selain untuk tahu jalurnya, juga untuk tahu perkiraan waktunya. Ada satu jalur yang merupakan jalur potong kompas karena melewati gang sempit dan tembus ke jalan besar. Selebihnya jalan besar yang penuh dengan mobil dan motor.

Hari itu adalah hari kerja biasa, bisa dipastikan jalanan penuh dengan kendaraan bermotor. Pakai dulu perlengkapan bersepeda: kaos oblong, helm dan peralatan pendukung lainnya. How do I look like? Ini dia fotonya.

 

Hup! Langsung saya kayuh sepeda dengan penuh semangat. Lewat jalur potong kompas, jalan berbahan semen ini menurun terus, melewati depan sekolah dasar yang banyak siswanya bergerombol dijalan, kasih bel sedikit supaya mereka tahu ada sepeda lewat. Sampai di dekat sungai jalanan jadi menanjak sekali dan jalannya berubah menyempit sehingga hanya bisa dilalui sepeda motor/sepeda. Setelan kecepatan saya ubah ke yang paling ringan supaya tidak ngos-ngosan menggenjotnya. Benar saja, tanjakannya cukup berat. Tapi tidak sebegitu beratnya. Setelah itu saya memasuki gang tembusan menuju jalan besar didekat halte Busway SMK 57.

Jalanan yang saya hadapi berubah menjadi riuh karena banyak orang berangkat bekerja ke kantor menggunakan kendaraannya masing-masing. Saya kayuh sepeda dengan santai dan menyalip belasan mobil. Enak juga ya! Di perempatan Ragunan, rute saya berbelok ke kanan menuju ke arah barat menyisir Jl. TB Simatupang. Jalan raya tentunya lebih mulus dan kebetulan menurun. Jalan raya ini adalah rute paling berbahaya karena semua mobil dan motor menggeber sekencang mungkin. Main aman saja, mepet pinggir dan kayuh dengan tenang.

Setelah rute turun-naik, saya melewati kolong jalan tol JORR dan berputar balik. Yap, sudah hampir sampai rupanya dan YIPPPIII!! Saya sampai dengan selamat di kantor dengan menggunakan sepeda kayuh. Catatan waktu? Tidak jauh berbeda dengan survey awal, sekitar 15 menit saja. Badan? Wah, terasa segar dan berkeringat.

Kebetulan beberapa karyawan di kantor saya menggunakan sepeda kayuh sebaga sarana transportasi ke kantor. Mau tahu bentuk parkirannya kayak apa? Seperti foto dibawah ini.

 

Sudah hampir 4 bulan saya mengendarai sepeda ke kantor (Bike To Work cing!). Perubahan yang saya rasakan adalah badan terasa lebih segar, berat badan turun perlahan dan bensin semakin irit! Hahahaha… Kadang-kadang ketika pulang saya betemu dengan pengendara sepeda lain di jalur yang sama. Mereka sangat ramah, biasanya mereka menyapa duluan. Jika berhenti di perempatan lampu lalu lintas Ragunan, kami saling bercakap-cakap mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan BTW. Di perempatan yang sama ada juga polisi yang cukup ramah mengajak saya bercakap-cakap dan akhirnya saya dan polisi tersebut selalu bertegur sapa setiap sore karena selalu bertemu di perempatan yang sama setiap hari! hahaha…

Dari semua pengalaman positif ini, saya menjadi bersyukur dan semakin bertekad untuk terus bersepeda, mencoba untuk lebih menikmati kegiatan bersepeda ini. Mudah-mudahan nantinya anak dan istri saya juga bisa ikut bersepeda…

Bike To Work!!!

6 Balasan ke Bike To Work!!!

  1. khim mengatakan:

    nek aku masio <1km tetep ae mancal, males mlaku😀

  2. ari3f mengatakan:

    wah harus ditiru org se-jakarta nih!!🙂
    pengennya naik sepeda ke kantor .. tp apa daya, jaraknya 30an km ….
    apalagi blm punya sepeda … hehehe

  3. dhesiana mengatakan:

    aku juga pakai sierrra alloy untk kerja dan kuliah

  4. Aj mengatakan:

    Mas, trims atas inspirasinya… saya juga lagi bertekad bulat mau B2W… jarak rumah – kantor sekitar 6 KM (masih memenuhi syarat dong…). Sepeda MTB merk United… Siap meluncurrrrrr…..🙂

  5. Bambang Suharto mengatakan:

    wah jadi pingin nyoba nih tp ITC Fatmawati ke Sudirman MidPlaza jauhnya oiy mn rutenya super rame. Sepedaan yen sore n pagi jadinya nih

  6. haana mengatakan:

    hana pake si siti yang baik jg,pp 20 km…
    hehehe..asik!!!,tetep feminien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: