Akhirnya Sekolah Juga!

Alhamdulillah, pengumuman hasil ujian masuk S2 (magister) sudah keluar dan saya dinyatakan lulus alias DITERIMA!!! Uhuyy… Ndak percaya? Lihat disini deeeh… yang nomor 389 itu lhooo…

Hehehe, ini artikel sudah lama numpuk di kepala, ga tahu apa masih inget dengan tepat semua kejadian-kejadiannya.

Ya, setelah diberi kepercayaan beasiswa oleh perusahaan tempat saya bekerja – melalui serangkaian tahapan yang cukup panjang – akhirnya saya bisa sekolah lagi. Kebetulan saya mendaftar tingkat magister Teknik Kimia bidang process engineering di ITB.

Agak aneh ya? Mengingat jurusan S1 saya sebelumnya (Teknik Fisika) tidak terlalu berhubungan dengan Teknik Kimia. Biasanya teman yang berlatar belakang non-teknik akan geleng-geleng kepala seraya berkomentar “nanti S3-nya apa? Teknik Biologi ya, biar lengkap sekalian!” hahaha…

Anyway, meskipun jalur S2 ini ada secara administratif, tetapi ternyata secara kelembagaan/institusi ada sedikit ganjalan. Kebetulan jalur ini menerima mahasiswa yang masih bekerja di instansi asal, jadi kuliahnya hanya Sabtu saja dan maksimum hanya bisa mengambil 9 sks untuk mempertahankan kualitas. Karena keunikannya, saya dan kawan saya – dua orang saja lho mahasiswanya! – tidak bisa langsung membayar SPP ke ITB. Lho, aneh tho! Tapi akhirnya terselesaikan juga, siapa coba yang ga mau nerima duit lebih banyak dari semestinya dan itu secara peraturan adalah halal… case closed. Ayo kuliah!

Oiya, dalam kuliah ini saya ditemani oleh seorang sahabat saya, yaitu pak Arief Rahman Thanura. Beliau dulu adalah atasan saya sewaktu kami bekerja di Project Engineering Department di VICO Indonesia. Dia banyak mengajarkan ilmu-ilmunya ke saya, terutama hal-hal yang praktis mengenai instrumentasi. Boleh dibilang, dia lah guru saya sebenarnya dalam bidang instrumentasi dan kontrol praktis. Dia telah berkarir di bidang industri migas sekitar 15 tahun.

Nah kembali ke kuliah, kuliah ini juga tidak kalah unik. Program magister teknik kimia yang saya ikuti ini  (selanjutnya saya sebut program profesional) mempunyai tujuan yang sama dengan program magister teknik kimia reguler. Bedanya di program profesional, kami lebih difokuskan untuk dapat lebih masuk ke dalam mengenai aplikasi nyata di lapangan. Soal kompetensi atau pemahaman akademik itu juga dipertajam, namun pemahaman teoritis secara mendalam tidak akan dilakukan.

Kuliah

Karena kami hanya berdua – saya dan Pak Arief Thanura – kami setiap minggu bermobil dari Jakarta ke Bandung bolak-balik. Pengajar utamanya pak Tri Partono Adhi (TPA). Kesan pertama orangnya serius, bahasanya tertata rapi dengan artikulasi yang jelas dan cukup murah senyum. Ternyata makin lama mengajar kami, baru ketahuan aslinya bahwa pak TPA ini sangat-sangat suka guyon dan bahkan sampai kita semua ketawa ngakak di kelas.

Suasana kelas cukup menyenangkan, pakai AC, ada camilan dan makan siang yang disediakan (karena kuliah dari pagi sampai sore), catatan kuliah tidak banyak. Yang membedakan dengan S2 atau bahkan S1, kami bisa bertanya sampai kami benar-benar mengerti, puas dan bahkan bisa ke detil aplikasi.

Konsep S2 ini sebenarnya bukan didominasi oleh  ” kami datang berguru kepada yang lebih bisa”, tetapi oleh “kami datang berguru kepada yang lebih bisa DAN kami ingin berdiskusi lebih jauh bagaimana aplikasi ini bisa diterapkan di industri kami bekerja”.

Ujian

Hal yang paling mendebarkan dan  mengasyikkan adalah ujian. Ujian kok mengasyikkan? Apa tidak salah?

Asyik ke-1. Ujian yang kami harus jalani adalah ujian lisan, jadi tidak ada ujian tertulis. Tidak perlu repot belajar teori sampai mabuk. Yang perlu diperlihatkan adalah pemahaman dan kompetensi terhadap suatu subyek mata kuliah di hadapan panel dosen.

Asyik ke-2. Kami bisa menggunakan kasus nyata di lapangan kami sendiri-sendiri untuk dibahas lebih lanjut. Tentunya kasus yang diangkat haruslah berhubungan dengan mata kuliah yang bersangkutan.

Asyik ke-3. Pemilihan dan penajaman pembahasan ujian akhir semester bisa kami konsultasikan dengan dosen pengajar sebelum maju ke panel dosen. Kesulitan di awal biasanya karena persoalan yang dibahas belum tajam benar. Dalam pengerjaannya kami banyak mendapatkan pemahaman baru.

Namanya juga ujian, ada asyik dan ada juga mendebarkannya. Mendebarkan karena materi presentasi harus disajikan secara ilmiah, akademis, tanpa melupakan nuansa aplikatif dalam industri di hadapan panel dosen. Panel dosen ini terdiri dari dosen pengampu – biasanya dosen yang membimbing dalam mata kuliah tsb -, beberapa orang doktor dalam bidang keahlian lain, dan ada juga satu atau dua orang profesor. Pertanyaan-pertanyaan mereka cukup “memukul dan menghabisi” kami karena mereka sangat jeli dengan fakta dan sangat kuat dalam bidang keilmuannya. Sekali lagi, disini bisa juga didapatkan keasyikan karena ada saja celetukan dosen yang bisa bikin ketawa (setelah ujian tentunya).

Contohnya, seorang dosen bertanya seperti ini “Saya ingin bertanya kepada saudara, mengapa skema pembahasannya sangat melompat dan tidak ada penjelasan kenapa pembahasannya harus melompat seperti itu? Anda ini seolah-olah seperti pindah mazhab, dari FPI ke Ahmadiyah”. Hahahaha kalau ingat ini, jadi ketawa terus mengingatnya..

Meski demikian, tetap saya akui sekolah sambil bekerja (kantor dan lapangan) dan mengurus istri+anak luar biasa beratnya.  Pikiran harus dibagi-bagi ke banyak tempat sekaligus.

TETAP SEMANGAT!!! Tahun depan Insyaallah bisa lulus, Amiin…

3 Balasan ke Akhirnya Sekolah Juga!

  1. tes mengatakan:

    halo bro mau tanya
    kul teknik fisika itu tingkat kesulitan nya gimana ?

  2. boy mengatakan:

    Mas Weby, kenalkan saya Boris FT’99. Saya mau nanya, apa alasan Mas Weby ngambil S2 TK? Kemudian, kok mahasiswanya sedikit sekali ya (cuman 2 orang)? Apa karena susah masuknya atau memang di-quota atau apa? Tks.

  3. AGI mengatakan:

    pak Weby, saya sedang lihat2 dunia maya, kesasar nyangkut disini. Ternyata masih sibuk urusan gas ya, menarik juga tempat kerjanya bisa memberikan bea siswa S2…selamat, semoga membawa kebaikan untuk semua….amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: