Kerja di Laut

Tuntutan tugas kadang mengharuskan saya ke lapangan, bukan lapangan bola yang jelas! hehe. Maksudnya lapangan itu lapangan minyak dan gas. Kebetulan area yang saya urusi di daerah lepas pantai, tepatnya di laut Natuna (bukan laut Cina Selatan). Jaraknya sekitar 1250 km ke arah utara Jakarta. Cukup dekat dengan perbatasan latu dari area Indonesia, Malaysia dan Vietnam. Naik pesawat fixed wing dari bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta) ke pulau Matak (Kepulauan Riau) sekitar 2 jam perjalanan, dilanjutkan dengan helikopter sekitar 30-45 menit, bergantung tujuan anjungannya.

Macam-macam bentuknya anjungan lepas pantai di perusahaan tempat saya bekerja. Ada yang anjungan tetap (fixed platform) dan ada yang berbentuk kapal (FPSO – Floating Production Storage and Offloading/FSO – Floating Storage and Offloading). Biasanya tempat yang paling menyenangkan bekerja adalah anjungan yang penghuninya paling sedikit (20-30 orang). Lebih dari itu, biasanya anjungannya sangat ramai dan aturannya banyak.

offshore platform

Kalau rapat pagi (morning meeting) di anjungan yang berkapasitas besar biasanya ramai dan yang dibahas banyak sekali, maklum saja namanya juga anjungan besar. Kalau di anjungan kecil, rapatnya biasa saja, cenderung informal (boleh ga mandi dan bercelana pendek segala) dan malah pas rapat bisa ketawa cekikikan.

Macam-macam saja pengalaman dari anjungan ke anjungan. Ada yang bebas merokok dimana saja, asalkan tidak di site (ini paling gila, baju dan tas sampai bau rokok!). Ada yang begitu ketatnya sampai-sampai mau kerja saja persiapannya 3 jam, kerjanya sendiri kurang dari 1/2 jam. Ada yang kekeluargaannya begitu kental, sehingga mau minta bantuan, selalu ada yang siap membantu dengan sigap. Macam-macam lah pokoknya.

Tapi kesannya tetap satu, kawan-kawan yang secara reguler bekerja di lapangan itu sangat membantu kita yang reguler bekerja di kantor. Asalkan dengan syarat, kitanya juga jangan petantang-petenteng kayak bos dan berlagak paling pintar satu anjungan. Kalau sudah berlagak begitu, siap-siap saja menerima “bencana” hehehe.

Kali ini saya ditugaskan di LPG FSO. Fasilitas ini merupakan tempat penimbunan LPG (ya betul, LPG yang dipakai di rumah tangga!). FSO ini menampung hasil produksi LPG cair dari FPSO sebelah. Namanya juga fasilitas terapung, kena goyang ombak ya bergoyang-goyang juga. Kalau siang hari, ombaknya kelihatan besar dan bergulung dengan tenang tetapi menghanyutkan, cantik betul, apalagi udaranya sangat segar.

Di malam hari laut jadi sangat gelap, ga kebayang kalau sampai kecemplung (man overboard), siapa yang bisa nolongin gelap-gelap begitu. Guyonannya kalau malam-malam ke lapangan: “mas, kalau malam begini ke lapangan hati-hati lho disana, banyak yang ga bisa ditanyain kalau mau nanya-nanya”. Bingung? Ya jelas lah banyak yang ga bisa ditanyain, “Emang valve, pompa dan pipa bisa ditanyain apa?” hahaha… Garing juga sih sebenarnya.

Penghuni LPG FSO-nya sebenarnya banyak, tapi karena perusahaan tempat saya bekerja sifatnya menyewa kapal itu, otomatis karyawan perusahaan tempat saya bekerja di FSO tersebut hanya sedikit, sekitar 3 orang saja. Kebayang santainya kan? Tidak ada rapat pagi, mau mandi atau engga ya suka-suka, mau seharian tidur di kamar juga tidak ada yang melarang, pokoknya santai pol…

Sekarang ini LPG cairnya sedang ditransfer ke kapal tanker LPG yang disewa Pertamina untuk diproses di kilang milik Pertamina. Pipa buat transfernya tersaput oleh es putih yang agak tebal. Kebayang aja LPG yang dalam keadaan biasa jadi gas, ini malah harus dicairkan, berarti butuh temperatur sangat rendah. Waktu LPG-nya ditransfer jadi ngebayangin saja, sekian ribu meter kubik LPG ini kalau dimasukkan ke tabung LPG yang 12 kg itu dapat berapa tabung ya? Mungkin ribuan tabung kali ya.

Huaaaahhhh, sudah ngantuk. Ini sudah hampir 30 jam transfer berlangsung, tadi sempat cek-cek ke lapangan sebentar melihat indikasi level cairan di tangki penyimpan LPG. Besok pagi pembongkaran muatan LPG selesai, bikin dokumen resmi & legal buat perwakilan pemerintah (yo’i, ini transaksi jual beli yang diawasi oleh departemen perindustrian dan BPMIGAS), kemudian bikin laporan ke bos-bos di Jakarta dan ke BPMIGAS sekalian. Selesai deh tugasku…

6 Balasan ke Kerja di Laut

  1. Ikhwanudin mengatakan:

    Maaf, Mas. LPG itu setahu saya selalu didistribusikan dalam kondisi cair. Demikian pula yang ada di tabung kompor gas kita, namun yang keluar adalah fase gas-nya. Tidak perlu perlakuan temperatur (yang mahal) untuk mencairkan LPG, karena pressurizing lebih murah. Allahu a’lam.

  2. Ikhwanudin mengatakan:

    Tambahan sedikit lagi. Selubung es pada pipa transfer LPG sebenarnya adalah efek samping dari penurunan tekanan dari tabung pengirim ke tabung penerima sesuai rumus PV/T = konstan. Jadi kemungkinan sebenarnya tidak ada proses pendinginan yang disengaja disitu. Wallahu a’lam.

  3. Joddie mengatakan:

    Woow.. seru juga yah kerja di sana, btw salam kenal yaa.. ‘n aku ada artikel (http://cerita.gravis-design.com/hanya-indonesia/) yang dimana salah satu katanya ada yang linked ke sini, yaitu “Pak Tino Sidin”, gak pa-pa yaaa… thank kyu

  4. ahmad rudy mengatakan:

    wah…keren juga tukisannya…
    sorry pa saya masi baru untuk kerja di kelautan…
    tulisan bapak sangat membantu bagi saya..
    traimaksi banyak

    o,,..iya saya minta informasi job kerja di laut..
    saya baru mempunyai sertifikat bst,scrb,tf,aff
    atas informasinya saya ucapkan terimakasi

    rudy

  5. ahmad rudy mengatakan:

    ini e mile saya
    ibnusina_hua@yahoo.com

  6. Bambang Suharto mengatakan:

    Salam kenal mas, nampaknya bisa jd pengalaman baru kerja di offshore gn yaa jd kepingin kerja ginian so biar ada suasana beda dgn pekerjaanku selama ini yg di darat trs pasti kl dah lama di laut akan sangat merindukan penghuni daratan betul ga mas.

    Wassalam,
    Bambang Suharto
    HSES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: