Tempat Isi Ulang Baterai Ha-Pe

17 Juni 2010

Sore ini saya di Bandara Hang Nadim Batam dan sudah mulai kehabisan baterai handphone (atau biasa kita ucapkan ha-pe, bukannya eich-pi) padahal lagi ga bawa charger. Gawat, gimana ya? Untunglah tempat isi ulang baterai hape sudah ada di mana-mana. Akhirnya dapat di salah satu executive lounge di bandara tersebut. Cari colokan yang cocok, jebret!! beres deh..

Tempat isi ulang ini bisa untuk isi ulang berbagai merek hape, dari nokia, siemens, sony ericsson, dlsb jadi ga perlu repot-repot bawa charger sendiri dan bingung nyari colokan listriknya. Lokasi di tempat umum seperti di pasar swalayan, bandara, terminal dan tempat-tempat lainnya.

Yang lebih enak lagi layanan isi ulang ini sifatnya gratis, tetapi ada resikonya. Tanggungjawab pengawasan hape ada pada pemilik hape itu sendiri dan bukan pemilik tempat isi ulang. Suka dikasih peringatan yang isinya kira-kira kayak gini “hati-hati! awasi hape anda, nanti disikat orang lho!”

Lalu untungnya apa isi ulang ini buat yang menyediakan? Secara langsung tidak ada. Kalau dilihat-lihat sih sebenarnya pengelola tempat umum hendak menunjukkan perhatian kepada kebutuhan pelanggannya sehingga pelanggan semakin nyaman berada disana. Bukankah pelanggan adalah raja? Selain itu tempat ini bisa dijadikan potensi tempat beriklan, terutama perusahaan penyedia layanan telekomunikasi.

Sekarang karena kecenderungan lebih banyak orang menggunakan hape daripada telepon umum, malah pemerintah Austria sedang menguji coba pengubahan fungsi telepon umum menjadi tempat isi ulang baterai hape hihihi… klik disini untuk lihat beritanya.

Iklan

Tesis Kuliah, Pekerjaan, Bisnis Sampingan dan Hobi

15 Juni 2010

Banyak sekali topik yang dibahas kali ini. Ya, biar menghemat waktu mengetiknya hehe.

Tesis kuliah S2 memang benar-benar bikin pusing tapi paling tidak sudah ketemu titik terangnya dimana harus berfokus. Topik tesis berkutat sekitar pencarian kondisi operasi yang cocok untuk mengirimkan volume gas yang besar melalui unit pendinginan dan unit fraksionasi dengan karakteristik unik dari masing-masing unit. Masalahnya memang ada pada cara kerja secara umum antara turbo ekspander dan kompresor, serta perhitungan secara eksak hubungan antara keduanya supaya bisa dikarakterisasi sesuai dengan cara kerja aslinya. Selama ini yang dipelajari di kuliahan atau di kursus-kursus (belum pernah ikut kursus Simulasi Proses sih) menggunakan pendeskripsian cara kerja kompresor atau ekspander yang generik. Langkah selanjutnya adalah bikin analisis sensitivitas untuk mengetahui kecenderungan pengoperasian kompresor & ekspander dalam batas-batas tertentu dan menentukan limitasinya.

Mengenai pekerjaan, bulan ini cukup padat jadwal ke lapangan. Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan di lapangan dan memakan banyak waktu di sana. Mengawasi pekerjaan kontraktor, mengkoordinasi kegiatan dengan kawan-kawan dari operasi lapangan, mengkoordinasi mobilisasi wakil pemerintah dan merencanakan pekerjaan selanjutnya. Belum lagi tambahan pekerjaan baru dari bos yang sifatnya memerlukan penanganan dengan segera karena sudah mencapai level atas. Lumayan lah, otak tidak sempat nganggur, mudah-mudahan cukup istirahat setelah nanti lama di lapangan.

Bisnis sampingan yang baru adalah jualan buku secara online. Buku! Sesuatu yang saya senangi semenjak kecil untuk dibaca atau sekedar dikoleksi untuk kapan-kapan dibaca. Ini sebenarnya terkait dengan hobi sih, hobi kereta api model berskala. Awalnya iseng-iseng saja di milis menawarkan majalah kereta model dengan harga miring, lama-lama setelah diriset langsung ke pasar: berkunjung ke toko buku besar, lihat harga, ketersediaan stok, dll, diputuskan untuk  bikin toko buku online yang khusus melayani hobyist kereta model atau kereta api beneran. Pasarnya sempit sekali dan tidak ada saingan. Tidak ada saingannya bukan karena tidak menarik, tetapi lebih karena orang bisa beli lebih murah kalau langsung ke luar negeri. Tetap saja, toko buku macam Kinokuniya dan QB bisa hidup toh meskipun mereka jual buku impor di Indonesia. Berarti pasarnya ada namun kecil atau tidak tergarap. Ya sudah dan Alhamdulillah sudah dapat beberapa pelanggan. Meskipun sedikit, harus ditelateni untuk bisa menghayati bisnis ini lebih dalam. Silahkan klik disini kalau penasaran toko online-nya seperti apa. Bisa juga googling dengan kata kunci “jual buku kereta model”, mestinya website toko saya ada di urutan paling atas.

Hobi baru yakni kereta model memang hobi dari kecil, bedanya buku lebih terjangkau daripada kereta model hehe. Sekarang berhubung ada duit lebih, sudah mulai nyicil beli lokomotif, gerbong, rel dan sistem pengendalinya. Lumayan mengasyikkan, tapi saking mengasyikkannya sampai tesis bisa terbengkalai. Gawat! Sementara ini sampai wisuda, hobi ini distop dulu sampai tesis S2 bisa selesai. Tidak lama lagi lah, sampai Agustus.

Thanks to my beautiful angel, my wife, who has been supporting and encouraging me to do all this works.


Rumah Minimalis yang ternyata tidak Minimalis

7 Juni 2010

Istilah “rumah minimalis” memang menyesatkan kalau dipikir benar-benar. Yang minimal apanya? Tampilannya? Harga belinya? Biaya perawatannya? Atau penggunaan energinya. Sejauh yang saya lihat dan rasakan rumah minimalis itu masih seputar tampilannya yang tidak terlalu banyak pernak-pernik. Lainnya sudah bisa dipastikan tidak minimalis.

Hari Minggu kemarin saya, istri dan anak-anak berjalan-jalan pagi di komplek rumah dan iseng-iseng berkunjung ke salah satu komplek townhouse dekat rumah kami. Ada beberapa townhouse di daerah rumah kami dan townhouse yang ini sepertinya belum pernah kami kunjungi. Kenapa kok dikunjungi? Mumpung masih fase pembangunan, biasanya orang luar komplek townhouse diperbolehkan masuk dengan harapan bakal dibeli, padahal kami hanya ingin cuci mata, penyegaran atau hanya ingin tahu perkembangan seputar pengembangan rumah hehehe.

Seperti layaknya konsep rumah minimalis pada umumnya, konsep penghematan energi tidak digubris. Akibatnya penggunaan listrik pasti tinggi. Sirkulasi udara misalnya, asalnya memang didesain menggunakan AC, sehingga peranan udara luar tidak dimanfaatkan. Belum lagi banyak jendela berukuran besar-besar. Memang sinar matahari bisa mengurangi penggunaan lampu, tapi penggunaan AC malah justru malah semakin intensif. Belum lagi material yang digunakan juga karena sedang trend, sehingga hukum supply-vs-demand berlaku, harganya bisa menjadi lebih mahal. Perawatan? Sama saja. Struktur rumah minimalis yang pada umumnya jangkung membuat perawatan menjadi sulit untuk mencapai bagian-bagian tertentu yang potensial kotor. Belum lagi kalau suka bermain dengan warna-warna cerah, dijamin bongkok deh ngebersihinnya.

Lho, kok komentarnya negatif semua sih masalah rumah minimalis? Mentang-mentang ga punya rumah minimalis ya? Hehehe.. Bukan kok, hanya heran saja sama orang-orang yang mampu beli rumah minimalis. Biaya yang sebegitu besarnya harusnya bisa untuk membuat rumah yang sama indahnya, tapi lebih hemat konsumsi listriknya, mudah perawatannya dan sirkulasi udaranya lebih sehat (tidak terus menerus pakai AC). Ujung-ujungnya biaya operasional rumah juga kecil sehingga rumah tidak lagi menjadi beban keuangan pribadi atau keluarga.

Lha kalau memang orangnya mampu bagaimana? Bukan masalah mampu/tidak mampu, tapi kalau ada kelebihan duit bisa dipakai hal-hal lain juga toh pada akhirnya. Semoga jargon “minimalis” ini bisa diperbaiki dengan jargon lain yang lebih mengutamakan aspek biaya operasional rendah, ramah lingkungan dan nyaman ditinggali oleh penghuninya.