Tips Belanja Online di Indonesia

Belanja melalui internet atau belanja online sudah menjadi fenomena umum di dunia dan tentunya di Indonesia. Saya termasuk “korban” (atau “pelaku”?) belanja online, terutama karena saya mempunyai hobi kereta model yang barang-barangnya tidak mudah didapatkan di Indonesia. Situs paling cepat perkembangannya dan luar biasa di Indonesia adalah situs Kaskus, yang sempat menghebohkan dengan penangkapan seller kaskus oleh polisi gara-gara menjual iPad 2 tanpa manual berbahasa Indonesia. Namun, banyak juga barang-barang yang tidak bisa didapatkan di Kaskus dan harus berburu sampai ke toko online di luar Indonesia.

Sayangnya belanja online di toko luar Indonesia ini dinodai oleh kelakuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan kartu kredit orang-orang lain untuk belanja online sehingga Indonesia menjadi negara yang sangat rawan akan penipuan kartu kredit atau orang bilang “credit card fraud”. Kasus penipuan yang asalnya dari Indonesia terbilang sangat tinggi sehingga banyak toko online di banyak negara memasukkan Indonesia dalam daftar hitam yang tidak bisa berbelanja di toko online tersebut. Malangnya nasibku hiks hiks… (lho, kok malah curhat??)

Meski demikian, kita-kita dari Indonesia masih bisa belanja di beberapa toko online tersebut kok. Ada beberapa tips yang saya gunakan selama berbelanja online dan juga mencegah penyalahgunaan kartu kredit kita oleh orang lain.

1. Minimalkan eksposur informasi kartu kredit ke pihak lain.

Saya sebisa mungkin menggunakan PayPal untuk pembayaran di toko online tersebut. Apa itu PayPal dan bagaimana cara mendaftarnya? Ini dia link untuk tahu apa itu PayPal dan cara mendaftarnya. Dengan PayPal, informasi kartu kredit kita tidak terekspos kemana-mana. Memang tidak semua toko online menggunakan PayPal. Kalaupun terpaksa menggunakan kartu kredit, saya akan sangat selektif melihat kebonafidan tokonya dengan melakukan riset dahulu, bertanya kesana kemari mengenai reputasi toko tersebut dan isi barang-barangnya apa saja (saya harus yakin bahwa saya akan belanja kesini lagi jika diperlukan). Prinsipnya: jangan cecerkan kemana-mana informasi kartu kredit kita di banyak tempat.

2.  Pilih toko online yang bonafid.

Beberapa toko online yang bonafid dan bisa direkomendasikan adalah Amazon.com dan eBay. Toko lain yang saya tahu adalah spesifik untuk hobi saya di kereta api model dan bisa dicari di majalah Model Railroader. Masing-masing Amazon dan eBay punya keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Variasi barang di Amazon sangat beragam, terutama buku! Proses pembelian terkategori sangat mudah, metode packaging yang cukup bagus/standar, serta biaya pengiriman barang yang tergolong murah, namun lamanya pengiriman bisa bervariasi 4-5 minggu ke Indonesia. Hal tersebut disebabkan Amazon menggunakan strategi pooling barang-barang yang akan dikirim ke Asia/Singapore sampai banyak, baru kemudian dikirimkan. Kalau istilah angkotnya “masih ngetem” dulu hehe.  Untuk bisnis toko buku online sepertinya belum ada yang bisa menandingi Amazon. Perlu diperhatikan, bahwa tidak semua seller barang di Amazon adalah Amazon sendiri, ada sellers yang bernaung dibawah sistem Amazon. Sellers ini tidak semuanya mau mengirim barang ke Indonesia, jadi jangan keburu nafsu beli barang kalau ternyata tidak bisa dikirim ke Indonesia. Selain itu di Amazon kita tidak dapat menggunakan PayPal, meskipun demikian menaruh informasi kartu kredit di Amazon tergolong aman.

Variasi barang di eBay juga sangat beragam. Proses pembelian terkategori sangat mudah, metode packaging yang cukup bagus meski bisa berbeda antar seller, pengiriman yang lumayan cepat (saya pernah dapat kiriman 10 hari dari Inggris),  namun biaya pengiriman barang yang relatif mahal. Saya perhatikan biaya kirim menjadi mahal kalau asal seller-nya dari Amerika, sedangkan dari Inggris bisa sangat murah, entah kenapa. Berbeda dengan Amazon, eBay punya mekanisme lelang dan kalau beruntung kita bisa dapat harga barang yang lebih murah dari standarnya. Saya perhatikan juga kebanyakan seller di eBay bisa mengirim barang ke Indonesia, namun harus berhati-hati karena tidak semua seller punya reputasi bagus. Saya biasanya melihat reputasi berdasarkan top rated seller, “feedback score” yang harus di atas 99.75% dan berapa banyak transaksi yang pernah dia lakukan (ratusan atau ribuan transaksi lebih aman). Kalau sudah masuk kriteria, biasanya saya lihat-lihat dulu barang-barangnya apa saja.

Ada beberapa toko online selain Amazon dan eBay yang cukup bagus dan aman, namun tidak bisa saya rekomendasikan karena tergantung kebutuhan belanjanya. Biasanya saya akan riset lewat Google mengetahui reputasi toko online tersebut dan mencari informasi kualitas pelayanan toko tersebut. Untuk melihat keamanan transaksinya, saya berpatokan pada apakah toko tersebut sudah menggunakan https:// atau http://. Kalau https, huruf “S” adalah secure, artinya aman. Selain itu saya akan mencari tahu apakah toko tersebut punya policy jaminan kerahasiaan data kartu kredit kita. Kalau semua itu lulus, yang paling akhir dicek adalah apakah toko tersebut bisa mengirim ke Indonesia atau tidak. Yang sering saya temui, biasanya mentok di langkah terakhir karena mereka tidak bisa kirim ke Indonesia! hahaha…

3. Gunakan jasa pengiriman yang tercatat.

Sudah beli barangnya dan sudah bayar? Sekarang masalah pengiriman. Meski jasa pengiriman tercatat lebih mahal daripada yang standar, akan lebih baik jika kita menggunakan jasa pengiriman tercatat dari negara asal seller sehingga pergerakan barang tersebut bisa kita pantau terus. Saya pernah lihat beberapa komplain pengguna jasa pengiriman yang tidak tercatat yang tidak tahu dimana barangnya sampai sekarang. Kalau seller dari Amerika biasanya saya menggunakan USPS Global Priority dan bisa kita pantau lewat sini. Jika barang sudah keluar dari Amerika, kita sudah tidak bisa memantau menggunakan situs USPS, saatnya menggunakan situs Pos Indonesia di sini untuk memantau pergerakan barang kita. Biasanya barang agak lama nyangkut di Bea & Cukai, setelah itu barang akan cepat dikirim ke alamat kita. Jika terdapat pajak yang harus dibayarkan, maka barang biasanya harus diambil sendiri ke kantor pos besar yang terdekat dengan rumah kita dan membayarkan sejumlah uang untuk pajaknya. Tidak ada pungutan liar di Pos Indonesia, jadi tidak perlu khawatir.

4. Pantau terus penggunaan kartu kredit anda.

Penyedia kartu kredit anda biasanya mengirimkan tagihan yang secara rutin dikirim ke alamat penagihan. Sempatkan untuk beberapa saat melihat semua transaksi di semua tagihan kartu kredit, hanya memakan waktu paling lama 3 menit. Hal ini saya lakukan secara rutin untuk mengantisipasi credit card fraud terjadi pada kartu kredit saya. Jika memang terjadi fraud, cepat laporkan kepada penyedia kartu kredit dan minta supaya tagihan tersebut tidak dibebankan kepada kita. Penyedia kartu kredit yang baik biasanya tidak menunggu kita memeriksa sendiri, jika ada keanehan atau ketidakbiasaan transaksi muncul di kartu kredit kita, mereka akan segera menelpon kita. Jadi tidak semua telpon dari penyedia kartu kredit itu isinya tawaran melulu lho hehehe. Hal itu pernah terjadi ketika saya pertama kali berbelanja barang sehari-hari dengan jumlah banyak di toko swalayan dan ketika saya membeli sofa tapi menggunakan mesin kartu kredit dari toko emas. Cuma tetap jangan lengah dan mengandalkan penyedia kartu kredit, kita sebagai pengguna kartu kredit adalah pertahanan pertama dari “serangan” penyalahgunaan kartu kredit.

5. Berbelanjalah dengan cermat, bijak dan disiplin.

Klise, tapi memang begitulah adanya. Kadang saking asyik dan saking mudahnya berbelanja online, kita lupa kalau belanja suatu barang sebenarnya tidak perlu dan ujung-ujungnya kebobolan akibat ulah sendiri. Rencanakan belanja dengan alokasi uang yang cermat (utamakan periuk nasi dulu tentunya!), pilih barang yang memang kita butuhkan (baca: bijak) dan disiplinkan diri sendiri dengan rencana awal anda. Jika memang barang yang mau dibeli tidak diperlukan dalam waktu dekat dan memang tidak ada alokasi uangnya, jangan menambah penderitaan dengan berbelanja tanpa ada alokasi belanja. Terdengar mudah, tapi godaan datangnya bukan dari pikiran namun hati kita hehehe…

Selamat berbelanja online!

5 Balasan ke Tips Belanja Online di Indonesia

  1. Eiga Fitri mengatakan:

    nice tips.. thanks fo share.. ^^

  2. khoerul umam mengatakan:

    bank lokal apa yg bs buat belanja online?
    setahu saya sih bank-bank nasional (terutama bank besar) sudah bisa sih pak. lihat di PayPal Indonesia saja, disana sudah ada daftar nama bank.

  3. Indyo Adhi mengatakan:

    matur nuwun,,,,, sangat membantu

  4. Purwanto mengatakan:

    buat seller yang ga mau kirim barangnya ke Indonesia,kata temenku kita bisa tetap beli barang pake jasa pihak ketiga seperti viaddress, gampang, barang cepat sampai, ongkos kirimnya juga lebih murah dari service pengiriman lainnya, coba di cek websitenya.

  5. Isnaeni mengatakan:

    bikin paypal gmn ya caranya, maaf masih awam

    oops! Ternyata link yang saya taruh sudah jadi broken link ya. Bapak bisa kunjungi http://www.paypal.com dan klik hyperlink Sign Up. Kemudian pilih pilihan Personal dan ikuti petunjuk selanjutnya. Saya tidak pernah pakai rekening bank Indonesia utk Paypal, melainkan memakai credit card. Caranya mudah dana aman kok pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: