Jaringan Komputer di Rumah Saya

Akses internet adalah salah satu kebutuhan saya dan istri. Keperluannya macam-macam, untuk transfer lewat i-banking, belanja online (Amazon, eBay), baca berita di situs berita lokal, facebook-an, lihat film di Youtube, download game, dlsb.

Kebetulan kami sudah terlanjur menggunakan Telkom Speedy semenjak kami menikah tahun 2006 dan numpang di rumah mertua. Waktu itu alternatif akses internet yang handal dan cepat belum sebanyak sekarang, Speedy pun ketika itu tidak terlalu baik juga. Semenjak menikah kami punya 1 laptop hasil tabungan dengan feature Wireless LAN/WLAN (LAN = local area network). WLAN ini lebih dikenal masyarakat umum sebagai WiFi. Supaya praktis, saya membeli satu modem ADSL dengan kemampuan WiFi, pilihan jatuh pada merek D-Link dengan model 2640T, bentuknya seperti ini. Sekarang sepertinya modem ADSL tipe ini sudah diganti dengan model yang lebih baru.

GambarGambar ADSL Modem dengan Wireless LAN (D-Link 2640T)

Dengan menggunakan ADSL modem + router yang punya feature WiFi-nya, saya tidak perlu repot-repot narik kabel, meng-crimping terminasi kabel LAN. Selain itu, dengan koneksi WiFi mengakses internet lebih fleksibel dari berbagai tempat di rumah seperti di kamar, ruang tamu ataupun teras rumah. Perkiraan sih jangkauannya bisa 15-20 meter, namun kualitas sinyal makin jelek jika jarak semakin jauh dengan ADSL modem dan router.

Setahun kemudian kami berpindah ke rumah dengan bangunan berlantai dua. Masalah dengan bangunan dua lantai adalah sinyal WiFi tidak bisa menembus tembok solid atau beton. Pertanyaannya: dimana saya harus meletakkan ADSL modem+router ini? Lantai atas (lantai 1) atau lantai bawah (lantai 2)? Kalau ditaruh di lantai atas, lantai bawah tidak kebagian sinyal, kalaupun dapat, sinyalnya jelek. Demikian sebaliknya kalau ADSL modem ini ditaruh di lantai bawah. Akhirnya kami putuskan ADSL modem+router ini ditaruh di lantai 2 karena kami lebih sering mengakses internet dari kamar di lantai 2 dibandingkan di tempat lain di rumah.

Awalnya akses internet di rumah hanya menggunakan laptop kami satu-satunya. Laptop ini sudah cukup uzur dan “sakit-sakitan”, sehingga akhirnya kami putuskan membeli PC baru. Dengan alasan kepraktisan, saya tetap menggunakan koneksi WiFi. Berbeda dengan laptop, secara standar PC tidak punya koneksi WiFi, jadi akhirnya saya beli USB WiFi (merek TP-Link model TL-WN722N), sehingga PC bisa mengakses internet tanpa harus menarik kabel. Instalasinya mudah sekali di Windows 7, installer sudah ada di CD bawaan USB WiFi tersebut. Gambar USB WiFi-nya seperti ini.

Gambar USB WLAN untuk PC (TP-Link model TL-WN722N)

Kemudian akses internet di rumah berkembang ketika saya dan istri punya smart phone merek Blackberry. Kekurangan pakai Blackberry ini adalah kecepatan akses internetnya yang kurang kencang. Hal ini disebabkan sinyalnya kurang bagus atau modusnya berubah dari 3G ke EDGE. Jadi terkadang saya memakai sinyal WiFi di rumah untuk akses internet supaya lebih kencang.

Ternyata intensitas pemakaian sinyal WiFi dirumah semakin meningkat untuk saya pribadi karena kecepetan aksesnya lebih tinggi dibandingkan jaringan telekomunikasi 3G atau EDGE. Sayangnya akses internet melalui WiFi ini hanya bisa dinikmati di lantai 2 karena ADSL Modem+Router saya letakkan di lantai 2. Karena jengkel dengan sinyal yang kurang bagus di lantai 1, saya akhirnya putuskan membeli repeater – sebenarnya router yang saya konfigurasi menjadi repeater – dengan merek TP-Link model number TL-WA701ND. Repeater ini saya letakkan di lantai 1 dan akhirnya saya bisa bebas berinternet ria di rumah dimanapun saya berada. Gambarnya seperti ini.

Gambar repeater (TP-Link model TL-WA701ND)

Penggunaan akses internet ini lebih berkembang lagi ketika saya dan istri membeli perangkat digital media player WDTV Live dan harddisk Western Digital kapasitas 2TB. Harddisk saya sambungkan ke digital media player, sedangkan digital media player tersambungkan secara langsung ke televisi plasma (Samsung 43″) melalui koneksi HDMI. Bentuk kedua perangkat itu seperti ini.

GambarGambar

Gambar digital media player WD TV Live dan harddisk 2TB dari Western Digital

Awalnya karena saya penggemar film, maka saya lebih memfungsikan perangkat ini untuk menonton film-film yang disimpan di harddisk tersebut. Sebenarnya televisi plasma kami bisa langsung disambungkan dengan harddisik melalui koneksi USB tanpa harus melalui digital media player. Namun karena bentuk digital media player yang kecil dan kemampuan dari digital media player untuk memberikan output yang fleksibel melalui koneksi HDMI, kabel komposit (kuning, merah dan putih) dan kabel komponen (kuning, merah, putih dan hijau), maka apapun jenis televisinya, film-film di harddisk bisa dimainkan. Tidak ada pikiran untuk mengintegrasikan perangkat ini dengan jaringan komputer di rumah, stand alone begitu saja.

Beberapa minggu setelah menggunakan perangkat ini, saya temukan ada banyak film koleksi saya yang teks filmnya (subtitle) masih bahasa Inggris atau tidak sinkron dengan pengucapan aktornya sehingga mengurangi kenyamanan menonton. Akhirnya saya harus buka PC dulu yang saya letakkan di lantai 2. Setelah PC buka, kemudian cari teks film di situs Subscene. Disinilah kerepotan mulai terjadi. Setiap kali men-download file teks film (ekstensi SRT), saya harus mencabut harddisk dari digital media player, sambungkan dengan PC dan transfer file teks film tersebut ke harddisk. Setelah itu harddisk dicopot dari PC dan dipasang lagi ke digital media player.  Kalau teks filmnya cocok sih enak, kalau sama ngaconya, ya harus ulangi lagi proses mengkopi ini.

Iseng-iseng saya periksa spesifikasi perangkat digital media player saya dan saya baru sadar bahwa perangkat ini bisa dihubungkan langsung dengan jaringan komputer dan bahkan internet. Mulanya saya pikir digital media player WD TV Live ini menggunakan wireless connection. Dicoba-coba setting-nya, ga nyambung-nyambung. Coba menancapkan USB WiFi ke salah satu port USB yang masih kosong juga gagal. Cari-cari di internet, ternyata mengkoneksikan WDTV Live dengan USB WiFi untuk mengakses access point itu cukup merepotkan, tipe USB WiFi-nya spesifik sekali. Berarti nambah ongkos lagi dong. Kebetulan saya punya kabel ethernet (RJ45) sisa sepanjang 50 cm dan saya coba-coba hubungkan WDTV Live ini langsung dengan repeater TP-Link yang ada di lantai 1. Nyambung! Saya langsung cek konektivitas WDTV Live dengan jaringan dan internet. IP address sudah pas dan konektivitas dengan internet juga bagus. Langsung dicoba akses ke YouTube dan sukses! Sekarang untuk mengkopi teks film sudah tidak perlu menenteng harddisk dari lantai 1 dan dibawa kelantai 2. Cukup cari file-nya di internet melalui PC di lantai 2 dan tinggal dikopikan melalui jaringan. Sekarang setelah istri saya dan saya mempunyai PC tablet, semakin mudah saja mengakses internet di bagian manapun di rumah kami.

Dari semua cerita diatas, kurang lebih ini adalah gambaran konfigurasi jaringan komputer di rumah saya.

Gambar

Gambar jaringan komputer di rumah saya

Tertarik mencoba? Silahkan post komentar anda.

//

5 Balasan ke Jaringan Komputer di Rumah Saya

  1. juliana mengatakan:

    Agak ribet, buat yg simpel2 aja, saya cuman ad masalah krn sinyal di rumah saya, suka ga ada, skrg pake notebook dan pake wifi gsm, apa ad saran baiknya pake mesin wifi yg bagaimana? Dan memilih kabel internet apa? Krn saya sdg tidak pasang telepon rumah..

    Mbak Juliana pakai wifi gsm yg mana dan merek apa? Jika sinyal yang dimaksud adalah sinyal dari internet provider seperti Telkomsel, XL, Axis, Tri, Smartfren dll yg menggunakan Usb modem, maka saya sarankan mbak Juliana coba gunakan wireless router 3G/4G seperti TP Link MR 3420 (http://www.tp-link.com/lk/products/details/?model=TL-MR3420), lalu tancepin usb modem-nya ke wireless router tsb. Letakkan wireless router itu dimana sinyal internet provider itu paling kuat sinyalnya di rumah mbak Juliana. Sekitar radius 30 meter dari wireless router sinyal internet pasti bagus. Dugaan saya di bagian rumah dimana mbak Juliana biasa akses internet, sinyal dari provider kurang bagus.

  2. ozie mengatakan:

    bagus bgt ulasanya.saya ada 2 cmputer dirumah satu dikmr tdr satu lg ruang tengah,saya pake tplik-mr3420 ditaruh deket compi yg diruang tengah dengan modem flexi karena kebetulan sinyal flexi didaerah saya paling bagus .masalahnya sinyal yang didapat kedua computer itu berbeda jauh,yang deket tp-link sinyal full bar tapi yang dikamar cuma dapat dua bar saja padahal jarah antaranya cuma lima meter saja dari ruang tamu trus ga ada penghalang apa apa karena pintu kamar bisa dibuka langsung akses menuju ruang tengah,pertanyaanya: adakah sesuatu yang bisa memperkuat sinyal yang ada dikamar sehingga bisa menjadi full bar seperti yng ada diruang tengah mengingat jarah cuma sekitar lima meteran trus tidak ada penghalangnya sama sekali,trimakasih atas kesedianya memberi saran yang terbaik,ditunggu,,,

    • webywebyweby mengatakan:

      Terima kasih bung ozie atas apresiasinya. Wah, aneh juga ya kenapa sinyalnya ga begitu kuat, mestinya hampir full tuh. Dapat 2 bar sih sebenarnya sudah cukup bagus dan belum perlu repeater. Memang speed dari laptop/pc tablet ke router jadi turun ( mis: dari 54 MBps jadi 36 MBps) tapi speed akses internet masih lebih dipengaruhi speed dari rumah/router TP-Link ke server Telkom/server portal (paling cepet baru 14.4 MBps), bottleneck bukan di jaringan rumah anda. Untuk menguji speed dari rumah ke server bisa pakai speedtest.net. Jadi meskipun anda sudah tambah repeater, akses internetnya tetap sama cepatnya meski anda dapat 2 bar atau penuh. Pemakaian repeater (penguat sinyal) dianjurkan bila sinyal router ke laptop/pc tablet kadang dapat dan tidak seperti yang saya alami. Semoga membantu.

  3. yuyukeju mengatakan:

    pertanyaannya kenapa adsl modem + router + wifi
    tidak ditaruh ditangga !!?? $%^& :p
    jd tidak perlu beli repeater.,. CMIIW🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: