Balada Tukang Bangunan

12 Mei 2008

Selain bapak mertua dan ibu mertua saya yang rajin memberikan masukan mengenai renovasi rumah kami, ada juga orang-orang yang berjasa besar membantu kami dalam merenovasi rumah kami di Pasar Minggu, yaitu para tukang bangunan.

Nah, sedikit kilas balik, kebetulan karena saya tidak menggunakan jasa konsultan konstruksi bangunan, terpaksalah saya sendiri yang menjalankan tugas sebagai pengawas alias mandor tukang. Mulai dari pekerjaan mengatur pekerjaan tukang apa saja, mengatur belanja material semen/pasir/batu/kayu dan mengatur keuangan renovasi supaya tidak jebol.

Mengatur belanja material dan mengatur keuangan renovasi itu relatif “mudah”, karena mau diapakan juga yang diatur pasti nurut-nurut saja, tidak protes, lha wong namanya juga benda-benda mati. Nah kalo mengatur tukang  – yang notabene bukan benda mati – itu gampang-gampang susah! Pertama, kemampuan para tukang itu berbeda. Ada yang hebat dalam kerjaan batu, ada yang canggih masalah perkayuan dan lain sebagainya. Kata orang bilang: tempatkanlah orang yang tepat pada posisi yang tepat, maka hasilnya pasti akan dahsyat. Ini berlaku juga dalam masalah atur-mengatur tukang. Kerjaan tukang batu berbeda sekali dengan kerjaan tukang kayu, kalau tukang batu dipaksa mengerjakan pekerjaan tukang kayu hasilnya pasti amburadul, demikian juga sebaliknya. Pengenalan keahlian dan kemampuan tukang serta pendistribusian kerja berdasarkan kemampuan sangatlah penting.

Baca entri selengkapnya »


Renovasi Oh Renovasi…

29 Maret 2008

Entri blog ini diilhami oleh entri blog istri saya. Bukan dalam rangka bersaing, tetapi untuk saling melengkapi, bukan begitu istriku? (Kalo sudah begini, kata Bowo, kami mirip dengan serial TV Legenda Ular Putih hahaha!) Btw, lumayan lama saya ga nge-blog, salah satunya karena lagi tersedot dengan kegiatan renovasi rumah yang ingin saya ceritakan dibawah. 

Alhamdulillah, akhirnya saya dan istri dipercaya oleh Allah SWT untuk membeli rumah tinggal di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kami berdua percaya bahwa rumah ini adalah titipan dari-Nya untuk anak kami, Ayodya dan calon adiknya, yang disampaikan melalui kami. Mudah-mudahan kami mampu menjaga amanah dari-Nya, amiiin…

Rumah yang kami beli tersebut adalah rumah tinggal yang sudah dihuni oleh pemiliknya selama sekitar 20 tahun semenjak dibangun. Tentu saja desain dan peruntukan ruangannya mengikuti selera dan kebutuhan dari pemilik lama yang notabene berbeda selera dan kebutuhan dengan kami sebagai pemilik baru. Dengan demikian hanya satu kata yang pantas untuk rumah ini: RENOVASI!!! Hehehe, kayak demo jaman reformasi aja.

renovasi rumah

 

Baca entri selengkapnya »